Skip to main content
ASTRABRIGHT

follow us

Choose Your Categories

Menumbuhkan Anak-anak Bahagia dengan Grow Happy Parenting: Nutrisi



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Masih dalam rangkaian postingan seri Grow Happy Parenting, kali ini aku mau membahas tentang hubungan nutrisi dan kebahagiaan anak. Jadi selain mengukur arti kebahagiaan keluarga, studi Child Happiness juga mengungkapkan bahwa anak Indonesia berpotensi kekurangan asupan nutrisi yang seimbang, yang dapat memengaruhi tumbuh kembang dan kebahagiaan mereka. Studi ini sejalan dengan hasil penelitian lain yang menunjukkan bahwa masalah kekurangan gizi pada anak Indonesia masih tinggi. Stunting, salah satu masalah gizi yang sedang moncer di Indonesia.

Menanggapi hal ini, itulah kenapa Grow Happy Parenting memasukkan nutrisi sebagai salah satu tahap yang harus dikuasai orangtua dalam menumbuhkan anak-anak yang bahagia. Materi tentang nutrisi ini disampaikan oleh dokter cantik berwajah mirip Najwa Shihab. Nama beliau yaitu dr. Fatima Safira Alatas, Ph. D, Sp. A (K). Beliau menyampaikan bahwa sangat penting bagi orangtua untuk mengetahui dan mengerti nutrisi seimbang termasuk susu dengan kandungan gizi untuk melengkapi asupan nutrisi bagi buah hati kita. 

dr. Fatima Safira Alatas yang lembut dan menenangkan

Anak yang mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang akan memiliki saluran pencernaan yang sehat, sehingga dapat menyerap nutrisi dengan baik sehingga anak akan memiliki selera makan dan pola tidur yang baik dan dapat menunjangnya untuk tumbuh serta berkembang secara optimal.

Saluran cerna merupakan salah satu sumber kebahagiaan anak karena berhubungan langsung ke otak. Saluran cerna ini memiliki bakteri baik dan buruk, oleh karenanya diperlukan pemilihan zat-zat makanan yang tepat untuk memelihara bakteri baik dan mengurangi tumbuhnya bakteri buruk. Dari gambar ini kita bisa melihat bagaimana hubungan antara saluran cerna dan otak:



Saluran cerna yang memiliki banyak bakteri baik akan mempengaruhi otak untuk bisa bekerja secara maksimal, meminimalisir stress, menjaga mood dan tingkah laku. Begitu juga sebaliknya, otak yang terlalu banyak berisi bakteri negatif, akan cenderung mudah stres, mood tidak beraturan dan kemudian melahirkan perilaku yang tidak baik. Maka nggak heran ya kalau kita lapar, kita cenderung lebih gampang marah. Perutnya stres minta diisi, makanya otaknya merespon dengan cara melahirkan emosi yang negatif.

Pentingnya 1000 Hari Pertama Anak


Pasti sudah banyak yang tahu ya bahwa 1000 hari pertama anak sangat menentukan bagaimana kehidupan anak ke depannya, khususnya soal kesehatan. Nah, kapankah tepatnya 1000 hari pertama itu dimulai?



Ya, bener banget! Bukan dimulai sejak anak lahir, pals. 1000 hari pertama dihitung sejak terjadinya pembuahan hingga anak berusia 2 tahun. Pada 1000 hari pertamanya anak mengalami perkembangan dengan besar-besaran, baik dari sisi ukuran tubuh ataupun dari sisi kognitifnya. Oleh karena itu jika kita bisa memberikan nutrisi yang tepat di 1000 hari pertamanya, anak-anak akan mendapatkan periode emasnya. Namun jika di 1000 hari pertamanya anak-anak mendapat nutrisi yang buruk, maka mereka akan berada pada periode kritis.



Bagi bayi baru lahir, tidak ada makanan terbaik selain ASI. Meski di luaran banyak produk-produk susu yang dijual untuk anak bayi, namun percayalah tidak ada satu pun susu yang bisa menggantikan kandungan ASI. ASI bisa meningkatkan daya tahan tubuh, melejitkan tumbuh kembang sesuai usia, dan memaksimalkan fungsi otak. ASI juga sangat baik untuk pencernaan bayi. Pencernaan yang sehat akan melahirkan bayi-bayi yang tumbuh dengan bahagia.

5 Fakta Terkait Anak Usia > 1 Tahun


Ketika anak memulai usia setahun, bisa dibilang masa lucu-lucunya. Anak mulai bisa diajak komunikasi, mulai belajar jalan dan mulai bisa mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya. Agar kita tidak terkaget-kaget dengan pencapaian anak-anak, ada lima hal yang perlu kita ketahui berhubungan dengan anak usia > 1 tahun:


1. Laju pertumbuhan

Lepas 12 bulan, anak-anak memang sangat cepat laju pertumbuhannya. Dari yang awalnya cuma babling mulai bisa ngoceh satu dua kata. Malah beberapa anak ada yang sudah mulai bisa membuat kalimat-kalimat pendek. Dari sisi motorik kasar pun, anak mulai bisa merambat, berjalan dan kemudian berlari. Tubuhnya juga berkembang sangat cepat. Berat badan anak minimal telah mencapai 3x dari berat lahirnya.

2. Pengembangan kemandirian

Pada usia ini, anak-anak juga mulai menunjukkan rasa mandirinya. Nggak mau disuapin, mau ikut bundanya memasak, mau ikut ayahnya mencuci motor dan banyak hal yang ingin dia lakukan tanpa meminta pertolongan orang lain.

anak > 1 tahun maunya apa-apa sendiri


3. Kemampuan fisik, sosial dan intelektual berkembang pesat

Fisiknya sudah berkembang dengan kuat dan pesat, anak mulai memahami instruksi sederhana dan mengungkapkan keinginannya. Anak juga mulai mengenali orang-orang di sekitarnya.

4. Mulai memahami regulasi internal dalam dirinya

Anak mulai paham kapan ia merasa kenyang dan lapar. Di saat seperti ini baik pula untuk mengajarkan tentang macam-macam emosi pada anak, sehingga anak bisa menamai emosi yang dia rasakan.

5. Suka eksplorasi

Nggak bisa diam dan selalu ingin tahu apa saja yang menurutnya aneh, menarik dan baru. 

Untuk bisa memaksimalkan tercapainya lima hal di atas, maka anak-anak di usia > 1 tahun harus mendapatkan nutrisi yang tepat. Bisa disimak di gambar ini ukuran asupan nutrisi yang tepat:



Seringkali permasalahan yang paling banyak ditemui adalah anak nggak suka makan dan lebih suka minum susu. Banyak orangtua yang kemudian membujuk anak dengan boleh minum susu asalkan setelah selesai minum susu, ia harus mau makan, hal ini tidak tepat. Karena setelah anak minum susu ia akan kenyang dan akan semakin menolak makan.

Kalau kita tidak memberi pengertian pada anak bahwasanya susu bukan pengganti makanan, anak akan semakin malas makan. Karena dalam pikiran mereka, toh minum susu saja sudah cukup dan bikin kenyang. 

Untuk mengatasi hal ini, aku biasanya memraktekkan tips berikut: anak nggak boleh main ke luar rumah atau minta minum susu jika belum makan. Mau anak nangis sekencang apapun, aku tidak akan memberikan susu jika syarat belum dipenuhi. Karena sadar ikhtiarnya tidak akan dikabulkan, akhirnya anak pun makan. Apakah setelahnya ia mau minum susu? Seringnya tidak, karena setelah makan perutnya sudah kenyang sehingga nggak ada tempat lagi untuk susu.

Baca juga: Efek PSPA; No Milk for Today, Dear!



Selain itu aku juga memberi tahu pada anak-anak bahwa yang dibutuhkan tubuh adalah makanan baik berupa karbohidrat (nasi, roti, pasta), protein (tahu, tempe, ayam, ikan). Yang hebat, meski event Grow Happy Parenting ini diselenggarakan oleh Lactogrow yang notabene produk susu pertumbuhan, namun tetap lo nggak ada iklan saat sesi ini untuk banyak-banyak mengonsumsi Lactogrow. Jutsru dari event ini kita semua sepakat kalau pemberian susu pertumbuhan itu diperbolehkan, tapi tidak lebih dari dua gelas dalam sehari.

Lebih lanjut lagi dr. Safira juga mengingatkan untuk tidak mengonsumsi susu kental manis. Ingat kan, pals kalau SKM itu bukan susu? Kandungan gula dalam SKM terlampau banyak dan berbahaya untuk anak-anak. SKM hanya dianjurkan digunakan sebagai topping makanan atau minuman.

Lebih lanjut tentang SKM, baca juga: Bijak Menggunakan SKM untuk Indonesia Emas 2045

Dr. Safira juga mengungkapkan pentingnya serat bagi saluran cerna. Serat bisa didapat dari sayuran dan buah-buahan. Beliau mengingatkan kalau serat tidak bisa digantikan dalam bentuk pil ataupun serbuk.

Yuk, Sehatkan Saluran Cerna Anak


Saluran cerna adalah sumber dari segala kesehatan manusia, apalagi anak-anak yang daya tahan tubuhnya masih sangat rentan dibandingkan orang dewasa. Untuk bisa menumbuhkan saluran cerna anak yang sehat, kita harus menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Berikut ini hal-hal yang harus dilakukan:



1. Hindari penggunaan antibiotika tanpa instruksi dokter. Bahkan sebagai pasien pun kita harus cerdas. Jika ada resep antibiotika, kita bisa konsultasikan dengan dokter apakah memang benar-benar dibutuhkan. Untuk penyakit-penyakit yang dikarenakan bakteri, antibiotika memang diperlukan. Namun penyakit yang disebabkan oleh virus, sebenarnya tidak benar-benar butuh antibiotika. Jadi saat anak flu, jangan cepat-cepat bawa ke dokter dan meminta antibiotik ya, kuatkan saja daya tahan tubuh anak, nanti flu akan hilang seiring daya tahan tubuhnya menguat.

2. Makan produk makanan yang difermentasi, seperti yoghurt, kefir, tempe.
3. Konsumsi suplemen jika diperlukan.
4. Kurangi stress. 
Sering ajak anak bermain bersama dan cukupi kebutuhan afeksinya.

5. Kurangi pemanis buatan.
6. Ajak anak berolahraga.
7. Berikan makanan yang bervariasi.


Manfaat Probiotik untuk Saluran Cerna Anak


Saluran cerna merupakan organ kekebalan tubuh terbesar bagi anak. Maka penting sekali untuk menjaganya selalu sehat. Salah satu zat yang bisa menyehatkan saluran cerna anak adalah probiotik yang bisa didapat dari susu, keju, kefir, tempe, kimchi, dsb.



Probiotik adalah suatu mikro organisme hidup yang jika diberikan dalam jumlah yang sesuai dan mencukupi akan memberikan manfaat kesehatan. Adapun manfaat probiotik yaitu:


  • Meningkatkan bakteri baik dalam usus dan menghambat berkembangnya bakteri jahat, sehingga terjadi keseimbangan mikrobiota usus. (85 % bakteri baik dan 15% bakteri jahat).
  • Saluran cerna menjadi sehat sehingga nutrisi bisa terserap secara optimal.
  • Memperbaiki gizi anak dan optimalisasi pertumbuhan.

Lactobacillus spp adalah salah satu jenis probiotik yang banyak ditemukan dalam produk-produk makanan. Fungsinya untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh sebanyak 25,5% dan mencegah peradangan usus. Bisa dilihat gambar berikut untuk manfaat lebih lanjut dari probiotik:





Untuk para orangtua yang sedang bingung memilih tambahan asupan nutrisi yang tepat bagi putra-putrinya, bisa mempertimbangkan untuk memberikan Nestle Lactogrow kepada buah hatinya. Fyi, sebelumnya Lactogrow ini memiliki nama Lactogen. Produk ini nggak asing di rumahku karena Ifa waktu kecil minumnya Lactogen sampai berumur 3 tahunan. Dulu ibu yang menyarankan aku memilih Lactogen, karena kata beliau waktu kecil aku juga minum Lactogen. Biar ketularan pinter kaya ibunya hihi. 

Sekarang Lactogen rebranding menjadi Lactogrow, tidak hanya perubahan nama, namun juga perubahan desain kemasan yang kini jauh lebih minimalis dan tergambar seutas senyum. Aku kalau lihat logonya Lactogrow sekarang jadi ingat Dunia Manji, “jangan lupa senyum hari ini.”



Btw, susu pertumbuhan dari Nestle ini khusus diformulasikan untuk anak-anak usia 1-5 tahun, mengandung Lactobacillus reuteri, Asam Linoleat (Omega 6), Asam Linolenat (Omega 3), minyak ikan, 12 vitamin dan 7 mineral. Memiliki 3 pilihan varian; plain, vanilla dan madu.

***

Mbak, ini acaranya keren banget lo. Kok nggak ditujukan untuk umum sih? Masih banyak orangtua di luar sana yang belum sadar pentingnya bahagia dan terlibat dalam pengasuhan anak.” Ujarku pada mbak Lizzy di sesi makan siang. 

Ke depannya mungkin bisa kami lakukan, namun sementara ini memang kami mau merangkul teman-teman media. Kami berharap teman-teman blogger dan media bisa menyampaikan ke masyarakat agar semakin banyak yang melek tentang Grow Happy Parenting.” Mbak Lizzy menjawab dengan senyumannya yang manis, lalu mengajakku untuk mengicipi menu makan siang yang memang sungguh menggoda.

aku sedang menceritakan kisah masa kecil pada mbak Lizzy

Lewat event Grow Happy Parenting, Lactogrow ingin membantu orangtua untuk bisa menerapkan kemampuan untuk membangun kebahagiaan dirinya sendiri agar bisa membagikan kebahagiaannya kepada anak dan keluarga, serta menyediakan nutrisi optimal bagi anak-anak untuk tumbuh bahagia. Pilihan orangtua di masa kecil akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak mereka di masa depan.

Maka kini saatnya kita melakukan banyak kegiatan bersama anak dan menabung banyak memori kebahagiaan di dalam jiwa anak. Jika masih ada urusan masa lalu yang belum tuntas, mari perlahan kita selesaikan. Maafkan kesalahan orangtua kita di masa lampau dan terima semua kejadian buruk di masa kecil sebagai bagian proses pendewasaan kita. Dengan kita berani berbahagia, artinya kita telah memutus rantai ketidakbahagiaan, sehingga ke depannya anak-anak akan tumbuh bahagia dan kelak bisa menjadi orangtua - orangtua yang lebih bahagia.

insya Allah emak-emak bahagia yang akan melahirkan generasi bahagia

Semakin banyak memori kebersamaan bersama orangtua yang dimiliki anak, ditunjang pula dengan stimulasi dan nutrisi yang cukup, maka semakin banyak kebahagiaan yang anak-anak dapatkan. Semakin bahagia anak-anak, semakin sehat kondisi kejiwaan mereka. 

Alhamdulillah akhirnya seri Grow Happy Parenting telah tuntas aku bagikan. Semoga bermanfaat ya buat teman-teman. Untuk menyimak seri lain dari Grow Happy Parenting, silakan cuzz ke mari:


Jangan lupa untuk selalu bahagia agar bisa melahirkan anak-anak bahagia! Happy parenting, pals!

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.







You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar