Skip to main content
ASTRABRIGHT

follow us

Choose Your Categories

Semangat Hijrah Menuju ke Arah yang Lebih Baik



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Masih dalam sesi flashback ke beberapa catatan yang belum sempat didokumentasikan di blog ini. Sayang sekali jika sudah dicatat, namun hanya mengendap di buku dengan tulisan ala ceker ayam yang butuh waktu lama untuk memahaminya. Sambil murojaah atas materi-materi yang kudapatkan, sekalian saja kutulis di blog ini ya. Siapa tahu bisa bermanfaat bagi teman-teman, dan tentunya bagiku sendiri.

Jika di tahun ini saat pengajian menyambut tahun baru 1441 hijriyah, masjid Al Falah mengundang Ustaz Tri Asmoro dan membahas soal pentingnya ilmu berumah tangga. Aku baru ingat kalau tahun lalu, masjid Al Falah RSWN mengundang Ustaz Habiburahman El Shirazy. Siapa yang tak kenal beliau? Tidak hanya pendakwah, namun juga novelis yang karya-karyanya selalu menjadi best seller. Aku selalu kagum dengan novel-novelnya yang selalu detil dan bisa membuatku membayangkan apa yang beliau gambarkan lewat rangkaian tulisannya.

Pengajian yang berlangsung pada 7 September 2018 kala itu mengambil tema tentang semangat berhijrah. Tak kusangka masjid yang biasa jadi tempat singgahku saat menanti suami pulang kerja dipadati oleh pengunjung. Aku sendiri sebenarnya saat itu tak banyak mencatat, karena sambil momong Affan yang sedang senang-senangnya lari ke sana ke mari.




Beberapa hal yang kuingat dari apa yang disampaikan oleh Ustaz Habiburahman terkait semangat berhijrah, sebagai berikut:

1. Semua orang selalu ingin menjadi berubah ke arah lebih baik dan bernasib baik, termasuk kita juga pasti menginginkan orang yang kita cintai bisa menjadi lebih baik dan bernasib baik.
2. Makhluk ketika menginginkan sesuatu maka ada dua kemungkinan; keinginan tersebut bisa menjadi kenyataan dengan syarat diijabah oleh Allah, dan bisa tidak menjadi kenyataan jika tidak diijabah oleh Allah.
3. Syarat agar semua doa-doa kita bisa diijabah oleh Allah adalah menghindari hal-hal yang haram.
4. Berbeda halnya dengan makhluk yang bila menginginkan sesuatu tak selalu terkabul, jika Allah yang menginginkan hal baik terjadi pada diri kita, maka hanya satu hal yang menjadi kepastian; PASTI TERJADI. Tidak akan ada yang bisa menghalangi kehendak Allah. Contoh: kisah masuk islamnya Umar bin Khattab. Dulunya musuh Islam paling utama, namun jika Allah sudah berkehendak, tak ada yang bisa mengubahnya.
5. Hijrah itu membutuhkan perencanaan yang matang. 

Ustaz Habiburahman mencontohkan kasus seorang perempuan yang tadinya bekerja di ranah publik lalu berhijrah menjadi bekerja di ranah domestik. Pikiran awal sang perempuan, pasti enak lah di rumah, kerjaannya tak banyak dibandingkan di kantor, hanya menyapu, mengepel, mengurus anak, dan sebagainya. 

Ternyata setelah di rumah baru sadar kalau 24 jam terasa sangat lama. Mulai merasa jenuh, mulai mengeluh dan mencari-cari kesibukan. Atau ada juga yang merasa ternyata ibu rumah tangga membutuhkan lebih dari 24 jam untuk bekerja. Pekerjaan di rumah rasa-rasanya tak pernah habis. Padahal sebenarnya hijrahnya perempuan ini dari ranah publik ke domestik bisa jadi awal yang menggembirakan dan penuh tantangan jika sebelumnya memiliki strategi yang tepat. Maka, hijrah itu harus direncanakan secara matang, contohlah hijrahnya Rasulullah ke Madinah. 

Sejarah Hijrah Rasulullah SAW ke Madinah


Dari beberapa sumber yang aku baca, Rasulullah telah mempersiapkan perjalanan hijrahnya ke Madinah kurang lebih 2-3 tahun. Sejak paman tercintanya, Abu Thalib meninggal dunia, Mekah semakin tidak ramah untuk perjalanan dakwah Rasulullah. Sejak awal pun sebenarnya dakwah Rasulullah di Mekah tidaklah mudah, namun karena Allah tidak meminta Rasulullah untuk hijrah, maka beliau berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan perjalanan dakwahnya.

Sampai kemudian sepeninggal Abu Thalib, semuanya menjadi semakin berat. Allah pun pada akhirnya memerintahkan Rasulullah untuk hijrah ke Habasyah (sekarang bernama Madinah). Kenapa Madinah? Karena tempat ini penduduknya sangat ramah dan welcome terhadap perjuangan dakwah Rasulullah. Tentu ada maksud tertentu Allah memilihkan tempat ini. Hikmahnya tentu saja, Islam bisa lebih berkembang.




Hijrah ke Madinah tidak dilakukan sekali waktu, namun secara perlahan. Satu rombongan demi rombongan berangkat ke Madinah. Rasulullah SAW dan Abu Bakar berangkat paling akhir. Itu pun setelah ada kabar bahwa Rasulullah akan dibunuh oleh kaum Quraisy. Bahkan perencanaan keberangkatan Nabi Muhammad SAW ke Madinah pun disusun dengan amat matang. 

Ini rangkuman strategi hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah yang aku dapatkan dari situs islampos.com:

1. Abu Bakar menyiapkan dua ekor unta untuk perjalanan hijrah selama tiga bulan terakhir. Beliau juga menyediakan makanan dan air khusus.
2. Rencananya, Nabi dan Abu Bakar akan tinggal selama tiga hari tiga malam di sebuah gua bernama Tsur dan kemudian pergi ke Madinah melalui rute yang jarang dilalui. Gua ini berada di arah yang berlawanan dari rute biasa ke Madinah. Tentu saja agar tidak mudah ditemukan oleh para musuh.
3. Abdullah bin Arkad, seorang non-Muslim dari suku jauh dipekerjakan untuk memimpin perjalanan ini. Dia sangat jujur dan setia.
4. Abdullah bin Abu Bakar, putra bungsu Abu Bakar ditugaskan mengumpulkan berita tentang operasi yang dikirim untuk menangkap Nabi. Abdullah juga bertugas menyampaikannya ke gua untuk perencanaan alternatif.
5. Seorang budak yang dibebaskan oleh Abu Bakar diminta untuk menghapus jejak kaki unta dan manusia dari pasir melalui kawanan domba yang masih ada di dekat gua dan dalam perjalanan. Sehingga musuh tidak bisa melacak kehadiran mereka.

Dari sekelumit sejarah hijrah Nabi Muhammad tersebut, semoga membuat semangat berhijrah kita semakin melejit. Bagi yang sedang berencana hijrah, persiapkanlah hijrahmu sebaik-baiknya. Hijrah yang dilakukan dadakan tanpa perencanaan matang, akan membuat kita mudah untuk tidak istiqomah.

Makna Hijrah yang Sesungguhnya


Menurut arti bahasa, kuambil dari web KBBI;

hijrah /hij·rah / 1 n perpindahan Nabi Muhammad saw. bersama sebagian pengikutnya dari Mekah ke Medinah untuk menyelamatkan diri dan sebagainya dari tekanan kaum kafir Quraisy, Mekah; 2 v berpindah atau menyingkir untuk sementara waktu dari suatu tempat ke tempat lain yang lebih baik dengan alasan tertentu (keselamatan, kebaikan, dan sebagainya).

Arti hijrah sesuai web KBBI tersebut dinamakan juga dengan hijrah makaniyah. Selain itu ada jenis hijrah lainnya yang disebut sebagai hijrah maknawiyah. Hijrah ini terdiri dari empat macam:

  • Hijrah i'tiqadiyah (hijrah keyakinan), ketika seorang Muslim mencoba meningkatkan keimanannya agar terhindar dari kemusyrikan.
  • Hijrah fikriyah (hijrah pemikiran), ketika seseorang memutuskan kembali mengkaji pemikiran Islam yang berdasar pada sabda Rasulullah dan firman Allah demi menghindari pemikiran yang sesat.
  • Hijrah syu'uriyyah adalah berubahnya seseorang yang dapat dilihat dari penampilannya, seperti gaya berbusana dan kebiasaannya dalam kehidupan sehari-hari. Hijrah ini biasa dilakukan untuk menghindari budaya yang jauh dari nilai Islam, seperti cara berpakaian, hiasan wajah, rumah, dan lainnya.
  • Hijrah sulukiyyah (hijrah tingkah laku atau kepribadian). Hijrah ini digambarkan dengan tekad untuk mengubah kebiasaan dan tingkah laku buruk menjadi lebih baik.

Kalau bisa disimpulkan, hijrah maknawiyah sendiri merupakan proses untuk mengenal lebih dalam ajaran Islam, dan berusaha meninggalkan segala yang dibenci oleh Allah. Dimulai dari keinginan kuat dari hati kita untuk menjauhi laranganNya dan melakukan hal-hal yang dicintai dan diridhoi oleh Allah.


 

Sesuai dengan firman Allah SWT;

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah[2]: 218)

Sejalan pula dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam shahihnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

Orang-orang yang berhijrah dengan sesungguhnya adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala. (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga dengan lebih memahami makna hijrah lebih dalam, kita bisa menjalankan proses hijrah kita semakin baik setiap harinya. Sejatinya hijrah tidak hanya sekali dalam seumur hidup. Hijrah adalah proses sepanjang hidup, karena setiap hari kita pasti ingin terus menjadi lebih baik dan lebih baik dari sebelumnya bukan? 

Istiqomah dalam berhijrah memang menantang. Hal terpenting adalah selalu berdekatan dengan orang-orang salih karena dengan berjamaah kita akan lebih kuat. Saat diri merasa futur, ada teman-teman yang menguatkan. Pengen berhijrah atau sedang dalam proses hijrah, namun takut tidak istiqomah, silakan mlipir dulu ke postingan ini. Siapa tahu bisa sedikit mencerahkan. 

Sampai jumpa di cerita-cerita berikutnya ya. Happy hijrah, pals! 

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.



Referensi:

  • Pengajian Menyambut Tahun Baru Hijriyah 1440 di Masjid Al Falah RSWN bersama Ustaz Habiburahman El Shirazy
  • https://www.republika.co.id/berita/selarung/suluh/18/11/28/pinh8o282-rencana-pembunuhan-rasulullah-dan-strategi-hijrah-ke-madinah
  • https://kisahmuslim.com/4694-catatan-hijrah-dari-mekah-menuju-madinah.html
  • https://www.radiorodja.com/45077-pengertian-hijrah-yang-sejati/
  • https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/18/04/26/p7rdj3313-pahami-makna-hijrah-dan-jenisnya

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar