Skip to main content
ASTRABRIGHT

follow us

Choose Your Categories

September is Coming, Saatnya Membeli Jam Terbang!



Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Tak terasa tiba juga di bulan September. Itu artinya sudah 9 bulan kita menjalani tahun 2019. Qodarullah awal September bertepatan juga dengan pergantian tahun baru hijriyah dari 1440 ke 1441. Sebuah awal yang baik dan cantik. Tahun baru, semangat juga harus terbarukan.


3 Hal Baru di Bulan September

Tanpa dinyana banyak hal yang terjadi berbarengan di bulan ini. Program Halaqoh Silsilah Ilmiyah (HSI) yang kuikuti sejak bulan Juli lalu kini dimulai lagi setelah jeda selama beberapa minggu. Ini kali kedua aku mengikuti program HSI. Dulu sebelum HSI sepopuler sekarang, aku sudah pernah mengikutinya, sayangnya harus berhenti di tengah jalan karena tidak konsisten. 

Tentu saja kali ini aku berazzam untuk mengikuti progam HSI ini hingga selesai. Jika dulu aku hanya sekedar iseng ikutan, kali ini aku benahi niatku untuk benar-benar khususon beribadah kepada Allah dan meningkatkan keimanan. Aku siapkan buku khusus untuk mencatat setiap materi yang kudapat. Jadi setiap hari para peserta program HSI akan mendapat materi berupa audio yang berisi tausiyah-tausiyah pendek dari Ustaz Dr. Abdullah Roy, MA. 

Mendengarkan beberapa kali mungkin bisa membuat kita merekam apa isi kajian. Namun tidak ada hal yang lebih baik dari mencatat ulang dari apa yang kita dengar dan kita lihat. Karena catatan bisa mengikat ilmu. Tentunya jika ada materi yang terlupa, kita bisa membaca lagi apa yang telah kita catat. Harapanku semoga dengan cara ini, aku bisa terus menjaga konsistensiku dalam menjalani program HSI.



Selain mengikuti HSI, alhamdulillah bulan ini aku resmi diterima di komunitas ODOP (One Day One Post) batch #7. Setelah batch-batch sebelumnya selalu terlewat, akhirnya berhasil juga masuk ke komunitas yang konon berisi orang-orang keren semua. Terbukti hal itu benar adanya! WAG selalu penuh dengan chit-chat. Sejam nggak dibuka saja bisa mencapai ratusan chat yang harus dipanjat. Maklum isinya masih banyak anak muda dengan gelora semangat yang membuncah. Perlu lah ya gabung sama anak-anak muda biar ketularan semangatnya.

Minggu ini sesi pra ODOP akan dimulai. Nggak sabar pengen segera menimba ilmu di bidang literasi dari orang-orang hebat di komunitas ini. Tentunya, mari kosongkan gelas!

Di saat yang bersamaan, kutemukan informasi mengenai #BlogChallengeSeptember di akun instagram mbak @ainhy_edelweiss. Ini bukan challenge pertama yang dia adakan. Aku pernah ikut juga challenge sebelumnya, tapi mandheg di tengah jalan. Kali ini aku tertarik untuk kembali bergabung dengan challenge dari mbak Ainhy untuk menantang diri sendiri agar bisa rutin update blog. Setidaknya lumayan lah bulan ini dapat 10 tema untuk bahan tulisan. Dan postingan kali ini adalah tema pertama untuk challenge tersebut.

Amanah Lama Tetap Harus Dijaga


Tak hanya 3 hal baru di depan mata yang siap dijalani, masih ada amanah-amanah lama yang harus tetap dijaga. Mengawal WAG, update sosmed dan blog Ibu Profesional Semarang agar keep on the track, membantu tim garda Pejuang Literasi serta tetap fokus menjalani peran sebagai fasilitator Bunda Sayang batch #5. 

Selain amanah-amanah di dunia maya, tentu saja ada amanah di dunia nyata yang tak kalah pentingnya. Amanah utama yang jelas tak bisa dikesampingkan. Amanah sebagai seorang istri dan ibu. Segala kesibukan di dunia online dan offline lainnya tidak boleh mengalahkan amanah utama tersebut. My family should always be my first priority. 



Untuk tetap bisa menjaga semua amanah berjalan secara seimbang, manajemen waktu dan gawai sangat kuperlukan. Jujur, beberapa bulan ini aku cukup keteteran menjalani semua aktivitasku. Saking keteterannya, semua amanah berjalan tidak semestinya. Bersyukurlah aku hadir di KIP 2019 dan rasa-rasanya aku dijewer berkali-kali di event tersebut.

Mungkin bagi sebagian orang, aku terlihat kaya orang yang nyari kerjaan terus. Maksudnya nggak bisa diam dengan hanya satu hal saja. Yess, begitulah aku. Sampai ada yang japri dan tanya, “Mbak emang nggak capek ya kegiatannya banyak banget?” 

Ngomongin capek pasti capek lah ya. Orang hidup pasti capek. Cuma ya kembali lagi ke passion masing-masing. Ada yang senang di rumah fokus ngurusin interior rumah, masak-memasak, bikin craft sama anak-anak. Nah, aku nggak bisa yang seperti itu. Aku seneng ngobrol sama orang, seneng brainstorming ideas sama orang lain, dan kalau sehari saja itu nggak dilakuin, I feel so empty. That’s why aku memilih menjalani berbagai peran yang bisa mengakomodasi diriku agar semakin semangat menjalani hidup. 



Caranya ya ikut banyak workshop dan komunitas yang sesuai dengan minatku. Kalau kata bu Septi, membeli jam terbang. Karena aku suka menulis dan belajar tentang parenting serta pendalaman iman, maka mengikuti kegiatan-kegiatan yang relate dengan ketiga hal tersebut, adalah caraku untuk membeli jam terbang. 

Kerjaan rumah saja nggak kelar-kelar, cari masalah saja kalau nambah kegiatan lain.” Mungkin ada pula yang berpendapat demikian. Kembali lagi, setiap orang punya privilege masing-masing. Jadi jangan saling memaksakan sepatu kita untuk dipakai orang lain, karena tentu saja beda dan belum tentu cocok kan?

Jelas sepanjang hidup akan penuh masalah. Namun kata Abah Ihsan saat Mata Pena di Hotel Candi Indah, 30 Agustus 2019 lalu, “Jangan menunggu masalah, tapi jemputlah masalah tersebut.” Lah masalah kok dijemput? 


Karena dengan menjemputnya, artinya kita siap untuk menemukan solusinya. Abah melanjutkan, “Daripada kita disibukan dengan masalah sendiri, sibukkanlah kita dengan masalah orang lain." Eits, maksudnya bukan terus ikut campur pada masalah orang lain ya. Tapi dengan bergabung pada komunitas atau organisasi-organisasi yang disukai, lalu nyemplung menjadi pengurus atau adminnya. 

Mengurus komunitas secara otomatis membuat kita mengurusi masalah orang lain. Di sinilah kita bisa belajar untuk memudahkan urusan orang lain. Insya Allah dengan memudahkan urusan orang lain, Allah akan memudahkan urusan kita. Aamiin.

Hal ini sejalan dengan apa yang diutarakan oleh bu Septi saat KIP. “Carilah solusi di setiap masalah yang kita hadapi, karena saat kita menemukan solusi dari masalah kita, sejatinya kita sedang membantu orang lain yang memiliki masalah sama dengan diri kita.”



Maka, bismillah… September, aku siap membeli jam terbang!

Menyeimbangkan antara Kebutuhan Personal, Amanah Utama dan Pritilan Lainnya


KIP 2019 benar-benar sebuah anugerah yang Allah berikan kepadaku. Membuatku kembali mengingat hal-hal apa saja yang telah kulewatkan, sudahkah kugunakan waktu sebaik mungkin atau justru lebih banyak berleha-leha? 

Sebenarnya cara paling mudah untuk mengevaluasi apakah aku menggunakan waktu secara tepat adalah dengan melihat berapa banyak on going drama korea yang kuikuti, hehe. Semakin banyak on going drakor yang kutonton, artinya semakin banyak waktu mubazir. Nonton drakor emang bisa jadi stress release, tapi kalau kebanyakan ya ujung-ujungnya jadi nambah stress kan? Karena kerjaan lain jadi nggak kepegang, wkwk. 



Alhamdulillah, setelah kucek bulan lalu aku hanya nonton Love Affairs in The Afternoon saja. Begitu serial tersebut tamat, baru aku fokus nonton Doctor John. Fokus nonton satu drama saja jmembuatku jauh lebih bisa mengambil value dari apa yang kusimak, daripada kejar-kejaran nonton banyak drama dan nggak ada yang nyanthol sama sekali. Kecuali aku mau bikin blog khusus tentang drakor, barulah boleh kejar-kejaran kaya gitu yee.

Back to KIP 2019, aku jadi ingat sebuah wejangan yang disampaikan oleh Ibu Noor Liesnaini, owner dari Pamella Supermarket. Usia beliau boleh saja sudah memasuki 60an, namun masih cantik, semangat dan inspiratif. Beliau berkisah bagaimana menyeimbangkan antara karir dan urusan rumah tangganya. Mau tahu tipsnya apa saja?

Sini kubisikin, spesial buat para pembaca Marita’s Palace yang setia. Ini dia…

1. Atur waktu bersama keluarga dan tetap terhubung dengan keluarga, meski saat bekerja.
2. Punya waktu khusus bersama pasangan.
3. Optimalkan waktu bersama keluarga dan berbagi peran dengan suami. Selalu sholat magrib berjamaah, dilanjutkan makan malam bersama. Selalu sediakan waktu untuk rekreasi bersama seluruh keluarga.
4. Menjaga kesehatan dan kecantikan. Bukan hanya luar/ fisiknya, tapi juga inner beauty dan kesehatan jiwa.
5. Mengelola stress dengan baik. Jangan terlalu ngoyo, caranya dengan selalu menikmati dan mensyukuri semua yang diberikan Allah.

Cucok kan tipsnya? Buatku keluarga memang menjadi alarm. Ketika suami dan anak mulai kasih sinyal; suami asyik ngegame dan anak khusyuk nonton youtube. Itu artinya aku abai pada kebutuhan mereka. Saatnya menata kembali manajemen waktu dan gawai. Konsistensi itu diciptakan, tidak datang dengan sendirinya. Maka harapanku di bulan September ini;


1. Aku bisa lebih mengatur waktu dengan baik. Mengelola kembali kandang waktu yang kumiliki. Buat daily to do list dan keep on the track!2. Kembali menjalankan 1821 untuk mempererat bonding dengan keluarga. Apalagi habis ikut Mata Pena kemarin, berasa dijewer bolong terus 1821nya.
3. Mengelola jadwal penggunaan gawai. Mulai dari diriku sendiri baru ke anak dan suami. Anak-anak tidak akan fokus pada gawai saat mereka punya aktivitas yang menyenangkan, artinya PR untukku menyiapkan aktivitas-aktivitas tersebut.
4. Agar hubungan dengan suami tetap harmonis, saatnya menjalankan tips-tips dari grup Merawat Cinta yang dikelola oleh pak Adlil Umarat. Salah satunya 3K - kasih, kasih, kasih! Tips lengkapnya, tunggu next postingan ya… hahaha.

Cukup 4 sajalah harapanku di Bulan September ini. Semoga semua aktivitas di depan mata bisa tereksekusi dengan baik dan lancar. Aaamiin. Tutup laptop dulu gaesss, mau siap-siap nonton Bumi Manusia… ada yang sudah nonton? Ok, stop.. jangan diceritain! 

Wassalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh.


You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar